Ketika AI Bertemu Hypnoteaching: SMPN 3 Cibadak Bangun Pembelajaran yang Cerdas, Menyenangkan, dan Bermakna

Dipublikasikan: 2026-08-08 07:43:16

Cibadak, 7 Agustus 2026. Ada yang berbeda di SMPN 3 Cibadak pada awal Agustus 2026. Bukan sekadar pelatihan rutin, tetapi sebuah upaya nyata untuk menyiapkan guru menghadapi wajah pendidikan yang terus berubah. Pada tanggal 7–8 Agustus 2026, SMPN 3 Cibadak menyelenggarakan In House Training (IHT) sebagai bagian dari program tahunan sekolah.

Mengusung tema “SINERGI ARTIFICIAL INTELLIGENCE (AI) DAN HYPNOTEACHING MENCIPTAKAN PENGALAMAN BELAJAR YANG MENDALAM, MENYENANGKAN DAN BERMAKNA”, kegiatan IHT dilaksanakan di NRC Nagrak. Tema tersebut menjadi gambaran semangat sekolah untuk memadukan kecanggihan teknologi dengan kekuatan pendekatan humanis dalam pembelajaran.

Bukan hanya bagaimana guru menggunakan teknologi, tetapi juga bagaimana teknologi tersebut mampu menghadirkan pembelajaran yang lebih mendalam, menyenangkan, dan bermakna bagi peserta didik.
Membuka Ruang Kolaborasi dan Inspirasi.

Kegiatan IHT diawali dengan acara pembukaan yang berlangsung dalam suasana penuh semangat dan kebersamaan. Hadir dalam kegiatan tersebut unsur pimpinan sekolah, komite sekolah, pengawas pembina, serta seluruh peserta IHT dari SMPN 3 Cibadak.

Acara pembukaan diawali dengan sambutan Ketua Komite Sekolah, Ade Muhammad Drajat. Dalam kesempatan tersebut, beliau memberikan dukungan terhadap kegiatan pengembangan kompetensi guru sebagai bagian penting dalam meningkatkan kualitas pendidikan di sekolah.

Selanjutnya, Kepala SMPN 3 Cibadak, H. Samirin, S.Pd., M.Pd., memberikan sambutan sekaligus membuka secara resmi kegiatan IHT. Kehadiran kepala sekolah menjadi energi tersendiri bagi para peserta untuk mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan penuh antusias.

Arahan berikutnya disampaikan oleh Pengawas Pembina, Dr. H. Ujang Syarif Hidayat, M.Pd. Arahan tersebut semakin menguatkan pentingnya guru untuk terus belajar, beradaptasi, dan berinovasi dalam menghadapi perkembangan teknologi serta dinamika dunia pendidikan.

09.20 WIB: Guru Mulai “Bermain” dengan AI
Tepat pukul 09.20 WIB, kegiatan memasuki materi pertama dengan narasumber Dr. H. Ujang Syarif Hidayat, M.Pd., selaku pengawas pembina.

Materi yang disampaikan adalah “Pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) dalam Pembelajaran.”
Yang menarik, peserta tidak hanya duduk mendengarkan paparan. Para guru langsung diajak untuk mempraktikkan pemanfaatan AI dalam mendukung proses pembelajaran.

Suasana IHT pun berubah menjadi ruang eksplorasi. Para peserta mencoba berbagai kemungkinan yang dapat dilakukan dengan bantuan Artificial Intelligence, mulai dari menggali ide pembelajaran hingga memanfaatkannya sebagai alat bantu untuk merancang pengalaman belajar yang lebih menarik.

Praktik secara langsung tersebut memberikan pengalaman bahwa AI bukan sekadar teknologi yang sedang populer, melainkan dapat menjadi mitra kerja guru apabila digunakan secara bijak, kritis, kreatif, dan bertanggung jawab.

Pesan penting yang muncul dalam sesi ini adalah bahwa kehadiran AI bukan untuk menggantikan guru. Sebaliknya, AI dapat membantu guru bekerja lebih efektif sehingga guru memiliki lebih banyak ruang untuk melakukan hal yang tidak dapat digantikan oleh teknologi: membangun relasi, memberikan keteladanan, memahami kebutuhan peserta didik, dan menumbuhkan karakter.
Sesi pertama berakhir pada pukul 11.30 WIB.

Dari Kecerdasan Buatan Menuju Kecerdasan Emosional
Setelah sesi pertama, kegiatan IHT dilanjutkan dengan materi Hypnoteaching dan Character Building Games bersama narasumber Krani Pratiwi, S.Psi.

Jika sesi sebelumnya mengajak guru mengeksplorasi kecanggihan teknologi, sesi berikutnya mengajak guru kembali melihat kekuatan manusia khususnya pikiran, komunikasi, emosi, dan karakter.

Hypnoteaching memberikan perspektif bahwa proses pembelajaran tidak hanya berkaitan dengan materi yang disampaikan guru, tetapi juga bagaimana pesan tersebut dikomunikasikan sehingga mampu diterima dan memberikan pengalaman positif kepada peserta didik.

Guru diajak memahami pentingnya membangun suasana belajar yang nyaman, positif, dan menyenangkan. Dengan pendekatan yang tepat, kelas bukan lagi sekadar tempat menyampaikan materi, tetapi dapat menjadi ruang tumbuh bagi peserta didik.

Sementara itu, melalui Character Building Games, peserta IHT mendapatkan pengalaman belajar yang lebih interaktif. Permainan menjadi media untuk membangun kebersamaan, komunikasi, kerja sama, kepemimpinan, serta kesadaran terhadap pentingnya karakter dalam kehidupan pribadi maupun profesional.

Belajar Serius, tetapi Tetap Bahagia
Salah satu kekuatan IHT SMPN 3 Cibadak tahun ini adalah adanya keseimbangan antara pengembangan kompetensi, penguatan karakter, dan kebersamaan.

Setelah mengikuti rangkaian materi yang cukup padat, kegiatan hari pertama ditutup dengan aktivitas tubing bersama.
Kegiatan tersebut menjadi momentum untuk melepaskan sejenak kepenatan sekaligus mempererat kebersamaan seluruh peserta. Canda, tawa, dan semangat kebersamaan mewarnai kegiatan penutup hari pertama.

Tubing bukan hanya menjadi aktivitas rekreasi, tetapi juga menjadi simbol bahwa perjalanan pendidikan membutuhkan kerja sama. Seperti halnya dalam tubing, setiap orang harus mampu menjaga keseimbangan, saling memperhatikan, dan menikmati perjalanan bersama.

AI di Tangan Guru, Hati Tetap Menjadi Kunci
IHT SMPN 3 Cibadak tahun 2026 menyampaikan sebuah pesan penting: teknologi dan sentuhan manusia bukanlah dua hal yang harus dipertentangkan. Keduanya justru dapat berjalan beriringan.

Artificial Intelligence memberikan peluang bagi guru untuk berinovasi dan bekerja lebih efektif. Sementara Hypnoteaching dan Character Building mengingatkan bahwa pendidikan tetap membutuhkan sentuhan manusia, komunikasi positif, empati, dan keteladanan.

Ketika AI memberikan kecerdasan teknologi dan Hypnoteaching menghadirkan pendekatan humanis, keduanya dapat menjadi kekuatan untuk menciptakan pembelajaran yang lebih berkualitas.

Melalui kegiatan IHT ini, SMPN 3 Cibadak menunjukkan komitmennya untuk terus bergerak, belajar, dan beradaptasi.
Karena guru hebat bukanlah guru yang berhenti belajar, melainkan guru yang terus belajar agar mampu menghadirkan pengalaman belajar terbaik bagi peserta didiknya.

Dan dari NRC Nagrak, semangat itu kembali dinyalakan:
“Menguasai teknologi, menyentuh hati, menguatkan karakter, dan menciptakan pembelajaran yang bermakna.”
SMPN 3 Cibadak, Bergerak, Berinovasi, dan Menginspirasi.

Tim Publikasi SMPN 3 Cibadak (www.guruataya.com)