Katanya guru itu pahlawan tanpa tanda jasa Tapi kenapa tanda terima kasihnya cuma selembar honor yang tak seberapa?
Mereka bangun pagi buta,
menempuh jalan berdebu ke sekolah yang jauh, demi anak-anak yang bahkanbelum tentu bisa membalas budi. Di depan kelas, mereka jadi segalanya guru matematika, guru moral, kadang jadi orang tua kedua. Tapi di akhir bulan,mereka cuma jadi angka kecildi lembar anggaran yang katanya besar Gaji sekian ratus ribu, untuk pengabdian yang tak ternilai harga. Sementara pejabat sibuk pidato soal m pentingnya pendidikan untuk masa depan bangsa. Lucu. Yang dijanjikan masa depan, tapi yang mengabdi hari ini malah dibiarkan tanpa kepastian. Sampai kapan status "honorer" jadi alasan untuk membayar murah jasa yang sebenarnya tak ternilai? Sampai kapan janji sejahtera cuma jadi jargon kampanye,lalu menguap begitu kursi sudah diduduki?
Guru honorer tidak minta banyak.
Mereka cuma minta dihargai
setara dengan apa yang mereka berikan. Karena mendidik generasi bangsa bukan pekerjaan yang pantas dibayar seadanya.