header-int

PAT ONLINE RASA NANO-NANO

Selasa, 18 Agu 2020, 07:00:05 WIB - 78 View
Share
PAT ONLINE RASA NANO-NANO

Tahu kan Nano-nano ? Ya, nano-nano adalah nama brand permen yang memiliki 3 rasa, manis, asem, asin, ramai rasanya. Begitulah nano-nano mengklaim rasanya. Begitu pula dengan PAT online di SMPN 3 Cibadak saat pandemi Covid-19, bagi Saya seperti permen nano-nano, campur aduk rasanya.

Pandemi Covid-19 membuat Kami para pendidik dan tenaga kependidikan dipaksa harus mengubah metode yang sudah biasa dilakukan, termasuk metode dalam penyelenggaraan  Penilaian Akhir Tahun (PAT). Pembelajaran online adalah salah satu solusi dalam dunia pendidikan agar Kegiatan Belajar Mengajar tetap bisa dilaksanakan. Begitu pula dengan kegiatan PAT. Jika kegiatan evaluasi tetap ingin dilaksanakan dalam masa pandemi, maka PAT pun harus dilakukan secara online. Sepakatlah pimpinan sekolah dan seluruh Guru untuk menyelenggarakan PAT online perdana di SMPN 3 Cibadak. Ini adalah sejarah dalam dunia pendidikan yang layak diabadikan dalam sebuah tulisan.

Peran Saya dalam PAT online adalah sebagai pengawas yang harus memastikan semua peserta mengikuti kegiatan sesuai jadwal. Siswa yang dibimbing adalah kelas 8C. PAT online diselenggarakan dari hari Senin, 8 Juni 2020 sampai Sabtu, 13 Juni 2020. Setelah selesai kegiatan, Saya baru bisa menyimpulkan beragam rasa yang saya alami, yaitu :

  1. Sedih

Pada masa persiapan, wali kelas harus mengecek kesiapan siswa mengikuti PAT online. Syarat utama tentunya siswa harus punya perangkat Gadget (HP/Tablet/Notebook/Laptop). Ada 2 siswa di kelas 8C yang belum memiliki HP. Keterbatasan ekonomi keluarga membuat 2 siswa ini tidak mengikuti pembelajaran online. Perasaan sedih berkecamuk dalam diri Saya. Untuk kebutuhan hidup sehari-hari saja mereka masih susah, apalagi membeli HP yang dianggap sebagai barang mewah. Tak kuasa menahan air mata mendengar usaha mereka untuk memenuhi kebutuhan sekedar makan. Menyarankan membeli HP jelas hanya akan melukai perasaan. Saya berpikir apa yang bisa saya lakukan untuk mereka. Membelikan 2 HP android untuk 2 siswa ? Saya juga tak punya uang sebanyak itu. Menyarankan meminjam HP milik anggota keluarganya juga sudah saya lakukan, tapi tidak bisa karena HP-nya dibawa bekerja. Meminta izin kepada pihak sekolah agar mereka bisa menggunakan komputer sekolah juga tidak diizinkan karena terbentur protokoler kesehatan. Akhirnya saya mengambil senjata terakhir yaitu DOA. Ya DOA. Saya sebagai wali kelasnya berjanji akan mendoakan mereka dalam setiap sholat. Saya memohon pada Allah SWT yang Maha Kaya untuk memberikan HP pada mereka, entah caranya seperti apa, terserah Allah saja.

  1. Tegang

Hari pertama PAT online adalah hari yang paling menegangkan. Ada siswa yang belum mengisi daftar hadir di WA grup kelas, padahal PAT akan segera dimulai. Dihubungi via WA, telpon, tidak dibalas, dihubungi orangtuanya ternyata sedang bekerja di luar rumah. Orang tuanya juga tidak tahu keberadaan anaknya di rumah sedang apa. AAAhhh tegang deh.

Hari pertama juga Siswa diharuskan membuat kartu peserta sendiri dengan format yang sudah disediakan panitia. Aneka keluhan berdatangan dari siswa karena kartu peserta mereka tak nampak di layar HP. Ya sudah saya sarankan membuat kartunya ditunda dulu, fokus saja ke PAT mapel pertama (PAI) yang akan dibuka beberapa saat lagi.

Ketegangan kembali terjadi ketika mengerjakan mapel PAI, password yang dibagikan panitia tidak bisa membuka soal. Ramai lagi di grup WA dengan aneka keluhan siswa. Begitu pula di grup WA wali kelas 8, sama tegangnya dengan grup WA siswa.

Ketegangan terakhir terjadi saat siswa masih enjoy mengerjakan soal, waktu habis. Panitia mengunci soal, Siswa mengeluh lagi tak bisa mengirimkan jawaban, yaa akhirnya susulan deh di jam 13.00.

  1. Bawel

Belajar dari hari pertama yang Riweuh dan Paciweuh, akhirnya Saya sebagai pengawas memutuskan untuk mengecek kehadiran mulai Ba’da Subuh. Daftar Hadir langsung disebar setelah Sholat Subuh, agar siswa mempersiapkan diri lebih awal. Saya ingatkan mereka untuk segera Sholat Subuh, mandi, sarapan, mengingatkan mapel yang diujikan di hari tersebut, durasi pengerjaan soal, baju seragam yang dikenakan pada hari tersebut, cek kuota, cek baterai HP. Waah pokoknya wali kelas jadi bawel dan cerewet, tapi tak apalah demi kebaikan bersama.

  1. Lucu

Kelucuan juga banyak terjadi saat PAT online, diantaranya :

  • siswa salah menulis namanya sendiri
  • siswa lupa menyimpan baju seragamnya dimana, jadi baju seragam tidak sesuai  jadwal
  • siswa salah masuk kelas saat mengisi daftar hadir. Wali kelas mencari-cari dan ditemukan di kelas lain.
  • Siswa ketiduran akhirnya harus susulan, wali kelas harus menanggung akibatnya (mengawas lebih lama)
  • Siswa belum mandi saat ujian,pengawasnya juga mungkin begitu (pengakuan jujur)
  • Siswa mengerjakan soal ujian sambil disuapin makan oleh ibunya (terciduk melalui status WA ibunya)
  • Siswa mengenakan seragam atasannya saja, bawahannya pakai celana pendek, yang penting bisa setor foto lagi eksis PAT (terciduk melalui status WA ibunya)
  1. Enjoy

Ini keenjoyan versi pengawas PAT :

  • Mengawas tidak perlu keluar rumah
  • Mengawas bisa pakai daster, tidak perlu pakai seragam kerja
  • Mengawas sambil masak di dapur
  • Mengawas sambil belanja ke tukang sayur
  • Mengawas sambil sarapan/ngemil
  • Mengawas sambil mampir sana-sini di dunia maya
  • Mengawas sambil seminar online
  • Nilai PAT langsung terekam, hemat waktu tak perlu mengoreksi
  1. Bahagia

Bahagia versi saya adalah saat 2 siswa 8C yang awalnya tidak punya HP, akhirnya memiliki HP. Bantuan datang melalui Bibi mereka yang membelikan HP. Doa wali kelas dikabulkan oleh Allah SWT, Tuhan Yang Maha Kaya.

Bahagia juga sebagai pendidik bisa menyelesaikan tugas melakukan evaluasi walau dalam masa pandemi. Bahagia bisa membimbing dan memfasilitasi seluruh siswa mengikuti PAT online. Bahagia karena bisa tertawa dengan sesama rekan kerja mensukseskan PAT online. Bahagia karena pada akhirnya semua hambatan dan tantangan bisa terlewati dengan baik. Bahagia karena masih bisa merasakan kebahagiaan di tengah pandemi.

Itulah pengalaman yang bersejarah, layak ditulis dan diceritakan karena semuanya menjadi pengalaman berharga. Semua kendala, masalah, dan rintangan bisa dilalui dengan baik, manakala kita menyikapinya dengan positif. Terima Kasih yaa Allah sudah memberi pengalaman PAT online rasa nano-nano. Semoga semua ini menjadikan kami (Guru dan Siswa) menjadi lebih baik dan pendidikan di Indonesia menjadi lebih maju. Aamiin yra.

 

 

By: Hepi Hapipah, S.Pd

Unidha SMP Negeri 3 Cibadak adalah salah satu sekolah negeri yang ada di kecamatan Cibadak yang berdiri sejak tahun 1999 yang asalnya merupakan sekolah kelas jauh dari SMPN 1 Cibadak. Lokasi dan gedungnya merupkan hibah dari STM Pertanian (SMKN 1 Cibadak)
Copyright © 2016 - 2020 © SMPN 3 Cibadak Citaidola. All Rights Reserved. Alamat : Jl. Raya Karang Tengah No. 691 Kec. Cibadak, Alamat Email: info@smpn3cbd-citaidola.sch.id , Nomor Telp (0266) 531115; 531536 Nomor Fax :(0266) 531536 Nomor HP Sekolah : 085721571761. Follow SMPN 3 Cita Idola : Facebook Twitter Linked Youtube