header-int

Guratan Cerita Kami Dalam Barisan Pencegahan Covid-19

Sabtu, 23 Mei 2020, 06:52:33 WIB - 62 View
Share
Guratan Cerita Kami Dalam Barisan Pencegahan Covid-19

Cibadak, 23 Mei 2020. Berminggu minggu sudah kami para guru dan siswa melewati kegiatan rutinitas seperti bekerja, belajar, menjauhi kerumunan, sering mencuci tangan, menggunakan masker saat bepergian. Hal ini tentu tidaklah mudah untuk di lewati. Kebiasaan kami belajar disekolah, berbaur dengan teman teman seperjuangan, serta menghirup udara sejuk tanpa tersekat sebuah alat yang kita sebut sebagai masker demi melindungi tubuh agar tidak terpapar virus Corona.

Kami tidak hanya merasa terpenjara dengan keadaan yang tidak kondusif tetapi kami dituntut untuk terus produktif melaksanakan tugas dan kewajiban sebagai guru, siswa, dan juga peran serta orang tua siswa tentunya. Disamping itu kami pun mengikuti anjuran pemerintah untuk melaksanakan proses belajar mengajar dari rumah melalui berbagai media Online seperti Google Classroom dan Zoom misalnya. Media tersebut dijadikan sarana bagi guru untuk menyampaikan materi pembelajaran dan menjaga komunikasi yang baik dengan siswa.

Tak bisa dipungkiri manfaat penguasaan teknologi sangat kentara terasa di saat seperti ini. Dimana semua pembelajaran tatap muka di kelas beralih menjadi pembelajaran berbasis Online. Pada awalnya kami yang masih gagap teknologi merasa kebingungan dengan metode pembelajaran seperti ini tetapi lambat laun kami terpacu untuk terus mengaktualisasi kemampuan kami dalam menggunakan dan memanfaatkan teknologi dalam aktifitas pembelajaran melalui Daring Online tersebut.

Adapun kendala lainnya yang dihadapi siswa, guru dan para orang tua saat melakukan pembelajaran secara Daring Online ialah sebagai berikut:

1. Tidak Semua Siswa Paham Penggunaan Teknologi.

Sebelum pelaksanaan Daring Online melalui Google Classroom ataupun media pembelajaran lainnya siswa diminta untuk bergabung dengan kelas yang telah dibuat oleh guru caranya yaitu harus memiliki alamat email. Nah, pada tahap ini saja masih ada siswa yang belum memiliki email dengan berbagai alasan dan kendala misalnya siswa tidak tahu langkah membuat akun email, siswa sudah lupa password akun email, orang tua juga tidak paham bagaimana membantu siswa untuk memiliki akun email, kalau meminta bantuan teman tidak bisa karena jarak rumah mereka jauh dan sebagainya.

Kadang kadang siswa juga merasa kebingungan bagaimana pengerjaan latihan terkait materi pembelajaran yang di berikan oleh guru melalui Google Form, Quizez, atau media lainnya. Hal ini juga dipengaruhi oleh tidak meratanya pelatihan mengoperasikan teknologi yang diterima siswa baik secara otodidak maupun pelatihan TIK dari sekolah sebelumnya. Ketidak merataan penguasaan TIK oleh siswa juga bisa disebabkan karena perbedaan latar belakang ekonomi siswa serta daya dukung orang tua dapat juga berpengaruh terhadap hal ini.

Gambar. Salah Satu Kendala Siswa Dalam Pembelajaran Daring Online

2.  Keterbatasan Dalam Pengadaan Kuota Internet.

Dimasa pandemi tidak hanya ada pergeseran pada sektor pendidikan saja tetapi mencakup segala lini kehidupan termasuk perekonomian. Para orang tua siswa pun terkena dampak nya. Tidak semua siswa lahir dari latar belakang keluarga menengah keatas tetapi sebagian mereka datang dari keluarga menengah kebawah. Ini juga tak bisa kita hindari mengingat perekonomian orang tua siswa yang mulai goncang sehingga tak jarang siswa mengeluhkan peningkatan pemakaian kuota yang artinya bertambah juga Budget para orang tua untuk membeli kuota. Fenomena perekonomian terkena dampak dari mewabahnya virus Corona juga diamini oleh pemerintah seperti yang disampaikan oleh pewarta Yusuf Imam Santoso di Kontan.co.id berikut ini Virus corona atau corona virus disease 2019 (Covid-19) telah membuat perekonomian dalam negeri kontraksi. Kementerian Keuangan (Kemenkeu) setidaknya mencatat ada delapan mudharat yang disebabkan oleh wabah virus tersebut. Pertama, 11 April lebih dari 1,5 juta karyawan putus kerja atau pemutusan hubungan kerja (PHK) dan dirumahkan. Di mana 1,2 juta pekerja itu berasal dari sektor formal, 265.000 dari sektor informal.” Ini artinya kesulitan ekonomi para orang tua siswa di masa pandemi ikut mempengaruhi motifasi belajar siswa.

                                                                     

Tak jarang saat proses kegiatan belajar mengajar di mulai siswa beralasan kuota nya habis sehingga tidak bisa mengikuti pembelajaran. Memang siswa yang belajar dirumah tidak perlu lagi di bekali orang tua uang saku dan ongkos. Tetapi tetap saja hal ini perlu menjadi pertimbangan bagi kita semua mengingat tidak diketahui sampai kapan masa pandemi ini akan berlalu dan sektor perekonomian global kembali pulih.

3. Adanya Gangguan Jaringan Internet.

Keadaan wilayah tempat tinggal siswa sepertinya juga turut mempengaruhi ketersediaan jaringan internet karena tidak semua tempat memiliki kualitas jaringan yang mumpuni untuk pelaksanaan daring online. Hal ini tentu dapat menjadi hambatan tersendiri karena proses belajar mengajar jadi tidak efektif dan efisien. Misalnya seharusnya jadwal pelajaran seni budaya pukul 07.30 WIB Karena adanya gangguan jaringan siswa menjadi terlambat mengikuti pembelajaran sedangkan dalam satu hari ada beberapa mata pelajaran tentu siswa juga kesulitan mengikuti pembelajaran yang lainnya kalau kualitas jaringan di wilayah tempat tinggal mereka sulit akses internet.

Gambar. Kendala Siswa Karena Gangguan Jaringan Internet Saat Belajar Daring Online

4. Kurang Efektifnya Pemberian Latihan Secara Daring Online Kepada Siswa

Ketika materi pelajaran telah disampaikan guru maka tahap selanjutnya adalah pengecekan pemahaman siswa terhadap materi yang disampaikan. Disini peran orang tua seharusnya mengawasi kegitan belajar siswa tetapi dalam beberapa kesempatan ada orang tua sepertinya yang justru lebih repot dengan latihan siswa tersebut dan disini muncul keraguan guru apakah betul siswa yang mengerjakan latihan dari guru ataukah orang tua siswa yang menyelesaikannya. Kalau begitu ini pun bisa menjadi hambatan dalam proses kegiatan belajar mengajar sebetulnya karena secara tidak langsung kejujuran siswa di pertanyakan dan hasil pembelajaran pun menjadi tidak efektif.

5. Munculnya Kejenuhan Saat Daring Online Sebagai Efek Jangka Panjang Social Distancing.

Dari hari kehari siswa dan guru melakukan pembelajaran secara Daring Online yang mana segala proses pembelajaran dilakukan dari rumah tanpa tatap muka. Ternyata tanpa disadari Social Distancing dalam jangka panjang juga akan membawa kejenuhan baik pada siswa maupun kepada tenaga pengajar. Guru pun cenderung memilih materi pembelajaran yang menyenangkan tetapi esensi sesuai tujuan dan target pembelajaran berdasarkan KD dan KI kurang menjadi pertimbangan. Sementara siswa pun ikut dalam alur pembelajaran seperti ini hingga mereka lupa untuk berusaha menerapkan pengetahuan tersebut dengan mengaplikasikannya pada keterampilan. Dikhawatirkan mereka kurang cakap dalam pengaplikasian materi yang sudah mereka pelajari. Misalnya saja dalam pelajaran seni budaya, siswa disuguhkan materi berupa Video tentang teknik menggambar 2 dimensi namun secara praktek nya guru tidak bisa memantau secara langsung bagaimana cara siswa menggambar 2 dimensi tersebut dan evaluasi yang sesuai diberikan terhadap masing masing siswa pun sulit dilakukan. Tentu yang di kuasai siswa hanya sekedar teori tetapi penerapannya masih diragukan. Hal tersebut terjadi sebagai dampak dari kejenuhan akibat Social Distancing yang mau tidak mau mengharuskan siswa dan guru melakukan pembelajaran secara Daring Online saja tanpa adanya penerapan keterampilan secara langsung.

Berdasarkan pengalaman kami (guru, siswa dan para orang tua siswa) belajar secara Daring Online beberapa bulan terakhir maka ada beberapa cara untuk mengatasi masalah yang di hadapi yaitu sebagai berikut:

  1. Adanya Sosialisasi Dari Guru Kepada Siswa Menghindari GAPTEK (Gagap Teknologi)

Hampir semua media online seperti Google Classroom, Zoom, Edmodo dan lain lainnya meminta adanya akun email aktif yang dimiliki guru dan siswa. Jadi sebelum siswa melaksanakan daring online guru perlu bertanya kendala apa saja yang di hadapi siswa. Selanjutnya apabila siswa tidak memiliki akun email guru harus mencarikan alternatif lain misalnya dengan memberikan Video tutorial untuk membuat akun. Kemudian giring siswa untuk mengikuti langkah langkah pembelajaran pada media yang bapak ibu guru gunakan misalnya Google Classroom. Nah, apabila siswa masih tidak paham maka gunakan alternatif berikut nya yaitu pemberian materi melalui grup WhatsApp, Facebook, Instagram dan sebagainya yang mana siswa sering menggunakan media tersebut. Hal ini dimaksudkan agar mempermudah siswa dalam proses kegiatan belajar mengajar.

  1. Memberikan Extra Time (Penambahan Waktu) Kegiatan Belajar Mengajar Secara Daring Online.

Dengan adanya penambahan waktu untuk siswa mengakses dan bertanya terkait materi pembelajaran maupun pengumpulan latihan yang bapak dan ibu guru berikan diharapakan target pembelajaran dapat dicapai. Waktu yang fleksibel dalam pengumpulan latihan-latihan yang di berikan guna memaksimalkan kesempatan belajar secara Daring Online serta dapat mengimbangi kemampuan siswa dalam belajar. Jadi siswa yang terlambat karena kehabisan kuota maupun yang masih bingung dengan instruksi-instruksi bapak dan ibu guru berikan secara Daring Online tetap merasa aman dan nyaman untuk bisa terus mengikuti proses pembelajaran.

Gambar. Pemberian Extra Time Kepada Siswa Untuk Pengumpulan Latihan Pengecekan Pemahaman Siswa Secara Daring Online

Bagaimanapun pada penerapannya pembelajaran secara Daring Online juga memiliki beberapa hambatan seperti yang sudah di jelaskan sebelumnya termasuk masalah pengadaan kuota. Tidak semua siswa mampu membeli kuota dengan cepat saat kuota mereka telah habis dikarenakan faktor ekonomi juga turut mempengaruhi. Dengan kebijaksanaan guru memberikan waktu pengumpulan latihan kepada siswa secara fleksibel di harapkan juga dapat memberi keringanan kepada siswa dan juga para orang tua mereka. Langkah berikutnya yang dapat di gunakan guru dalam mencarikan solusi untuk masalah pengadaan kuota ialah dengan membuat siswa dapat meminimalisir pemakaian kuota mereka misalnya saja dengan pengumpulan tugas tidak mesti dengan mengirimkan File-File yang ukurannya besar sehingga hal ini dapat menguras kuota siswa juga mungkin.

  1. Perlunya Komunikasi Yang Baik Antara Guru Dengan Orang Tua Siswa

Selama beberapa minggu melakukan pembelajaran secara Daring Online terlihat keaktifan siswa belajar sekitar 90% yang artinya masih ada siswa yang hanya sekedar hadir sebentar saat pengambilan absensi di media yang digunakan guru dan siswa seperti Google Classroom dan Grup WhatsApp, bahkan ada beberapa siswa yang sama sekali sulit diajak berkomunikasi entah karena tidak memiliki sarana belajar Online (Handphone, Laptop, PC, atau kuota). Hal ini seharusnya dapat diatasi dengan adanya komunikasi antara guru mata pelajaran kepada wali kelas dan dari wali kelas dapat diteruskan kepada orang tua siswa tersebut. Tujuannya ialah mempermudah guru dalam mencarikan solusi terkait permasalahan yang di hadapi siswa nya, kemudian dengan adanya komunikasi yang baik antara guru dan orang tua ini dapat membantu orang tua memperoleh informasi tentang keadaan belajar anaknya dan peran orang tua mendampingi kegiatan belajar mengajar secara Daring Online pun dapat terlaksana secara optimal. Sebaliknya akan sulit mendeteksi masalah siswa, mencarikan solusi yang pas untuk mereka dan pemantauan belajar dari rumah pun sulit dilakukan tanpa adanya komunikasi yang baik antara guru dengan orang tua siswa.

  1. Tetap Berikan Siswa Motifasi Belajar Untuk Menghindari Kejenuhan Akibat Social Distancing.

Banyak hal yang terjadi saat melakukan pembelajaran secara Daring Online mulai dari keluhan siswa tentang bagaimana cara untuk masuk dalam media pembelajaran yang di gunakan, selanjutnya rasa jenuh yang sulit dihindari siswa karena interaksi sosial yang dibatasi oleh anjuran pemerintah agar tetap belajar dari rumah. Disisi lain mereka juga di tuntut untuk terus aktif dan fokus dalam mengikuti rangkaian proses belajar mengajar secara Daring Online. Mereka butuh untuk dimotifasi dengan memberikan materi pembelajaran yang menyenangkan dan mengaitkan materi pembelajaran dengan keadaan lingkungan mereka agar proses pembelajaran tidak berat mereka jalani.

Motifasi belajar juga bisa diberikan guru melalui diskusi dalam media pembelajaran. Guru hendaknya bisa menciptakan susana tidak kaku dalam proses pembelajaran dengan sesekali memancing keinginan belajar siswa dengan bermain Game, teka teki, melakukan Video tutorial, bisa juga melakukan Live Instagram, Menggunakan Zoom, dan sebagainya. Ini dapat menghindari rasa jenuh dengan materi yang sifatnya teori dan bisa juga hal tersebut menjadi alternatif untuk mengasah keterampilan siswa saat belajar secara Daring Online.

Melihat kondisi saat ini kami merasa sangat khawatir dengan kian bertambahnya pasien positif terpapar virus COVID-19. Berseliwerannya berita tentang virus Corona dimana mana menambah rasa was-was setiap harinya. Entah untuk waktu berapa lama kami akan terus bekerja, belajar, dan melaksanakan sebagian aktifitas dirumah saja. Mendekatkan diri kepada sang Ilahi Robbi serta tetap berfikir positif menjadi pilihan bagi kami. Tak henti-hentinya kami (guru, siswa, dan para orang tua) berusaha saling mendukung demi ketercapaiannya tujuan pembelajaran di masa pencegahan COVID-19. Walaupun kami tidak berdiri dibarisan paling depan dalam penanganan COVID-19, tetapi setidaknya dengan mengikuti anjuran pemerintah untuk belajar dan bekerja dari rumah, selanjutnya mengikuti standar kebersihan diri seperti sering mencuci tangan dengan sabun, menggunakan Handsanitizer, menggunakan masker saat bepergian, menjauhi kerumunan, dan memberikan jarak 1 meter saat berkumpul. Dengan melakukan hal tersebut berarti kami telah ikut dalam barisan pencegahan COVID-19.

Meskipun kami (guru, siswa, dan para orang tua siswa) memiliki hambatan dalam pelaksanaan pembelajaran jarak jauh tetapi semangat kami untuk terus bekerja, belajar, serta memberikan dukungan kepada siswa baik secara moril maupun materil tentu tidak akan berkurang. Kami jadikan masa pandemi COVID-19 sebagai pemacu semangat untuk lebih baik lagi dalam penguasaan teknologi, menjalin komunikasi dan silaturahim yang baik walau terhalang anjuran pemerintah untuk mematuhi aturan Social Distancing. Semoga guratan cerita kami (guru, siswa, dan para orang tua siswa) SMP Negeri 3 Cibadak dalam barisan pencegahan COVID-19 dapat bermanfaat sebagai bahan pertimbangan dan efaluasi bagi kita semua.

 

Sumber:

Artikel dari Yusuf Imam Santoso “Ini Delapan Dampak Negatif Bagi Perekonomian Indonesia Akibat Wabah Virus Corona” Minggu, 19 April 2020. https://nasional.kontan.co.id/news/ini-delapan-dampak-negatif-bagi-perekonomian-indonesia-akibat-wabah-virus-corona    

 

                                                                                              By: Putri Asiska Rahmadani, S.Pd (Guru Seni Budaya/Bahasa Inggris SMPN 3 Cibadak)

Unidha SMP Negeri 3 Cibadak adalah salah satu sekolah negeri yang ada di kecamatan Cibadak yang berdiri sejak tahun 1999 yang asalnya merupakan sekolah kelas jauh dari SMPN 1 Cibadak. Lokasi dan gedungnya merupkan hibah dari STM Pertanian (SMKN 1 Cibadak)
Copyright © 2016 - 2020 © SMPN 3 Cibadak Citaidola. All Rights Reserved. Alamat : Jl. Raya Karang Tengah No. 691 Kec. Cibadak, Alamat Email: info@smpn3cbd-citaidola.sch.id , Nomor Telp (0266) 531115; 531536 Nomor Fax :(0266) 531536 Nomor HP Sekolah : 085721571761. Follow SMPN 3 Cita Idola : Facebook Twitter Linked Youtube