header-int

GOOGLE FORM DAN CERITA DI BALIK PAT ONLINE

Selasa, 18 Agu 2020, 06:40:40 WIB - 2173 View
Share
GOOGLE FORM DAN CERITA DI BALIK PAT ONLINE

Mengapa Harus Google Form ?

Senin, 8 Juni 2020, SMP Negeri 3 Cibadak menyelenggarakan Penilaian Akhir Tahun (PAT) online untuk pertama kalinya dan memanfaatkan fitur Google form sebagai media PAT online tersebut.  Google Form yang sering juga disebut dengan Google Formulir sangat berguna untuk membantu dalam mengirim survey,  merencanakan sebuah acara, memberikan pelajara beberapa quiz, maupun mengirimkan informasi-informasi dengan cara yang mudah dan efisien. Form tersebut juga bisa dihubungkan ke spreadsheet. Apabila spreadsheet tersebut berhubungan dengan bentuk, maka tanggapan secara otomatis dapat dikirimkan kepada spreadsheet. Apabila tidak, maka pengguna bisa melihat tanggapan yang telah terkumpul di dalam halaman Ringkasan Tanggapan. Halaman tersebut juga  bisa diakses melalui menu Tanggapan.

Google Form merupakan satu kesatuan dari aplikasi Google Drive, dengan kata lain Google Form merupakan sebagian fitur dari aplikasi Google Drive. Maka dari itu, apabila ingin menggunakan Google Form, maka harus login terlebih dahulu ke akun Gmail maupun Google Apps. Jadi syarat bisa akses ke Google Form siswa harus punya email address terlebih dahulu. Berhubungan dengan masalah login gmail ini, ada beberapa kasus sesaat menjelang PAT online, sebut saja  kasus siswa kelas  7B, ada siswa yang tidak bisa login ke gmail  karena ternyata usia dia belum genap 13 tahun. Saat ini Google menerapkan  batasan umur minimal 13 tahun untuk menggunakan layanannya,  akhirnya siswa tersebut menggunakan email ibunya, ada juga siswa yang akhirnya merubah tahun lahirnya supaya bisa login ke gmail. ada juga yang tidak bisa login ke  gmail karena lupa password sehingga harus buat gmail baru. Intinya menggunakan Google Form pastikan harus punya gmail yang aktif.

Kekurangan Dan Kelebihan Google Form

Dari banyaknya pemanfaatan di dalam Google Form, kita juga harus mengetahui apa kelebihan dan kekurangan dari Google Form tersebut.

Sesuai dengan manfaatnya, Google Form juga memiliki kelebihan, diantaranya :

  1. Sangat mudah digunakan, sehingga sangat cocok digunakan oleh pemula
  2. Gratis, ini yang paling penting, karena kita sangat suka dengan sesuatu yang gratisan, sehingga kita tidak perlu membuang uang untuk membeli aplikasi maupun layanan pembuatan formulir
  3. Programnya cukup ringan
  4. Bisa dibagikan, ke berbagai platform. Kelebihan ini sangat bermanfaat karena dengan membagikannya, kita dapat membuat semua orang mengisi kuis maupun kuisioner yang telah kita buat untuk mengumpulkan informasi
  5. Memiliki fitur Spreadsheet, kita bisa melihat tanggapan survey yang telah dikumpulkan pada formulir secara rapi dan otomatis. Dan juga kita dapat melihat info dari tanggapan waktu dan juga grafiknya dengan fitur SpreadSheets ini.

Selain kelebihan yang telah disebutkan di atas Google Form juga memiliki beberapa kekurangan, diantaranya :

  1. Susah membuat soal matematika dengan menggunakan Google Form, karena tidak bisa menggunakan equation dengan secara langsung. Dimana untuk soal matematika maupun jawabannya sangat memerlukan adanya equation atau symbol matematika. Sayangnya, fitur ini tidak dimiliki Google Form
  2. Tidak bisa digunakan pada forum diskusi online
  3. Saat siswa mengerjakan soal masih bisa browsing untuk cari jawaban
  4. Pengaturan kunci agar siswa tidak browsing, tidak disediakan Google Form secara gratis

Catatan Paniitia Selama PAT Online

Uraiain di atas merupakan penjelasan kelebihan dan kekurangan secara umum dari  segi  fitur Google Form yang kita gunakan pada saat PAT online. Berikut catatan selama menjadi panitia PAT online dengan menggunakan Google Form:

  1. Ada beberapa siswa yang menggunakan nama lain atau nama palsu, dugaan sementara siswa tersebut masuk ke Google Form untuk melihat soal atau latihan mengerjaan soal dahulu, supaya tidak ketahuan dia menggunakan  nama lain, padahal  di kelas itu  tidak ada nama siswa tersebut. Solusi  sementara membatasi quota jumlah siswa yang masuk perkelas  sesuai jumlah siswa di kelas tersebut. Memperingatkan siswa supaya menggunakan nama asli , mengingatkan siswa supaya tetap menjunjung nilai kejujuran.
  2. Ada beberapa siswa menggunakan nomer peserta orang lan, tapi  tetap mereka bisa akses ke Google Form meskipun nomer peserta yang dia gunakan salah.
  3. Ada siswa yang menggunakan email address siswa lain, sehingga nama siswa tersebut tidak muncul direkapan panitia. Ternyata siswa tersebut pada saat mengerjakan PAT online, dia meminjam HP temannya. Perlu diingatkan kepada siswa, meskipun dia menggunakan HP temannya, tetapi ketika akses ke Google dia harus menggunakan email sendiri.
  4. Pada hari ke tiga PAT Web sekolah mengalami gangguan sehingga  siswa susah akses ke Web untuk mengerjakan soal PAT. Sehingga panitia harus menambah waktu 20 menit dalam mengerjakan soal.

Catatan di atas semoga menjadi bahan perbaikan buat panitia PAT online selanjutnya.

Yuyun Yuniarti (Wali kelas 7B)

Hari kedua PAT, lupa meneruskan token ke group kelas, karena HP mati, ketika menyalakan HP lagi sudah jam 8.05, buka group WA anak anak sudah rame minta token, untungnya ada  anak yang  sudah inisiatif menanyakan token ke kelas lain, Alhamdulillah dapat teratasi sesuai jadwal.

Text Box: Yuyun Yuniarti (Wali kelas 7B)
Hari kedua PAT, lupa meneruskan token ke group kelas, karena HP mati, ketika menyalakan HP lagi sudah jam 8.05, buka group WA anak anak sudah rame minta token, untungnya ada  anak yang  sudah inisiatif menanyakan token ke kelas lain, Alhamdulillah dapat teratasi sesuai jadwal. 
Catatan Wali Kelas  Dibalik PAT Online

Usnul  Zaphira

Alhamdulillah akhirnya bisa mengikuti PAT Online, karena  diibelikan HP sama orang tuanya, seminggu sebelum PAT Online

Muhammad Faisal

Demi mengikuti  PAT  online, Faisal rela ditinggalkan sendirian di rumah, sementara anggota keluarga yang lain pergi  pulang kampung

Text Box: Muhammad Faisal
Demi mengikuti  PAT  online, Faisal rela ditinggalkan sendirian di rumah, sementara anggota keluarga yang lain pergi  pulang kampung

Putra Farhezi

Terpaksa harus ikut susulan pada  hari kelima karena  kehabisan kuota pada jam pertama

 

Jehan

Sempat panik pada PAT hari terakhir, karena pada saat mengirimkan hasil PAT tiba-tiba sheet nya menghlang padahal  belum terkirim, dan namanya belum terekap sama panitia. Akhirnya harus ikut PAT susulan

Text Box: Jehan
Sempat panik pada PAT hari terakhir, karena pada saat mengirimkan hasil PAT tiba-tiba sheet nya menghlang padahal  belum terkirim, dan namanya belum terekap sama panitia. Akhirnya harus ikut PAT susulan

Najala Kristi

Tidak muncul di group WA, tidak hadir pada PAT jam pertama. Ternyata selama ini HP nya rusak dan dia mengikuti  PAT menggunakan HP ibunya dan kadang harus nunggu ibunya pulang kerja, Alhamdulillah akhirnya bisa menyelesaikan beberapa mata pelajaran dengan mengikuti PAT susulan

 
  Text Box: Najala Kristi
Tidak muncul di group WA, tidak hadir pada PAT jam pertama. Ternyata selama ini HP nya rusak dan dia mengikuti  PAT menggunakan HP ibunya dan kadang harus nunggu ibunya pulang kerja, Alhamdulillah akhirnya bisa menyelesaikan beberapa mata pelajaran dengan mengikuti PAT susulan

 

 

 

Dewi Setiawati

Panik karena tidak bisa login untuk membuat gmail,  usianya belum 13 tahun. Sempet menggunakan email ibunya, tapi akhirnya bisa punya email sendiri sehari sebelum PAT dengan bantuan Google Family Link

 
  Text Box: Dewi Setiawati
Panik karena tidak bisa login untuk membuat gmail,  usianya belum 13 tahun. Sempet menggunakan email ibunya, tapi akhirnya bisa punya email sendiri sehari sebelum PAT dengan bantuan Google Family Link

 

 

 

Fauzan Pandapotan

Sangat semangat mengikuti PAT online, jam 06.35 sudah siap-siap di depan laptop dengan menggunakan seragam dan sudah mengikirimkan foto.

 
  Text Box: Fauzan Pandapotan
Sangat semangat mengikuti PAT online, jam 06.35 sudah siap-siap di depan laptop dengan menggunakan seragam dan sudah mengikirimkan foto.

 

 

Muhammad Rifki Habibi

Tetap semangat mengikuti PAT online, meskipun sedang sakit.

Text Box: Muhammad Rifki Habibi
Tetap semangat mengikuti PAT online, meskipun sedang sakit.

Rizki Wilianto

Semangat mengikuti PAT online, dengan dukungan penuh dari ibunya . Ibunyalah sebagai pengawas PAT onlinenya di rumah

Text Box: Rizki Wilianto
Semangat mengikuti PAT online, dengan dukungan penuh dari ibunya . Ibunyalah sebagai pengawas PAT onlinenya di rumah

Asili Mutiari

Panik pada PAT pertama, karena lupa kata sandi email, akhirnya membuat email baru pada saat PAT berlangsung.

Text Box: Asili Mutiari
Panik pada PAT pertama, karena lupa kata sandi email, akhirnya membuat email baru pada saat PAT berlangsung.

Adya Rajasa

Ijin tidak mengikuti PAT pada hari kedua karena kakenya meninggal, dan tetap semangat mengikuti PAT susulan meskipun masih dalam suasana berduka

Text Box: Adya Rajasa
Ijin tidak mengikuti PAT pada hari kedua karena kakenya meninggal, dan tetap semangat mengikuti PAT susulan meskipun masih dalam suasana berduka

Catatan ini hanya sebagian kecil dari 32 siswa kelas 7B yang mengikuti PAT  online. Alhamdulillah akhirnya semua bisa mengikuti PAT online dengan cerita masing-masing. Sebelumnya banyak hal yang saya khawatirkan tentang PAT online ini, mulai dari masalah siswa yang tidak punya HP sampai masalah jaringan internet di daerah masing-masing. Ternyata semua berjalan relatif lancar, Alhamdulilah Allah memudahkan segalanya. (yuniarfhz)

Yuniarfhz (Guru Matematika SMP Negeri 3 Cibadak)

Sumber

Unidha SMP Negeri 3 Cibadak adalah salah satu sekolah negeri yang ada di kecamatan Cibadak yang berdiri sejak tahun 1999 yang asalnya merupakan sekolah kelas jauh dari SMPN 1 Cibadak. Lokasi dan gedungnya merupkan hibah dari STM Pertanian (SMKN 1 Cibadak)
Copyright © 2016 - 2021 © SMPN 3 Cibadak Citaidola. All Rights Reserved. Alamat : Jl. Raya Karang Tengah No. 691 Kec. Cibadak, Alamat Email: info@smpn3cbd-citaidola.sch.id , Nomor Telp (0266) 531115; 531536 Nomor Fax :(0266) 531536 Nomor HP Sekolah : 085721571761. Follow SMPN 3 Cita Idola : Facebook Twitter Linked Youtube