header-int

CERITAKU...

Selasa, 18 Agu 2020, 06:54:05 WIB - 158 View
Share
CERITAKU...

             Namaku Wulan usiaku 21 tahun, aku baru saja lulus dari salah perguruan tinggi di Bandung, aku mengambil Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan,dan seyogyanya aku akan menjadi seorang guru. Jadi saat ini aku masih jadi penganngguran. Sebenarnya aku sedih aku lulus tanpa ada wisuda dan bertemu dengan teman-temanku.  Wisudaku hanya Virtual saja, ya…. Aku salah satu lulusan angkatan COVID 19. Temanku-temanku menyebutnya seperti itu. Aku lulus di saat terjadi Pandemi Covid 19 di negara kita. Tapi apa mau dikata aku tetap senang bisa lulus di tahun ini meskipun ditengah pandemi, kita syukuri aja, mudahan-mudahan angkatan ini akan selalu dikenang dikemudian hari.

            Oh ya, aku sekarang tinggal di kota Sukabumi, kota kelahiranku, sejak aku lulus  dan menjadi pengangguran aku kembali ke kota tercintaku ini. Aku mempunyai seorang kakak yang bernama Restu, dia adalah seorang guru disalah satu sekolah menengah pertama di kotaku. Dia tinggal disebelah Rumahku, dia sudah berkeluarga, dan mempunyai seorang bayi mungil yang cantik, aku setiap hari selalu ke rumah kakaku untuk sekedar bermain dengan keponakanku yang lucu dan cantik. Mungkin karena aku anak bungsu ya, jadi di rumah tidak ada teman bermain.

            Pada suatu waktu, aku berkunjung ke rumah kakaku pagi sekali, karena terdengar suara tangisan nyaring keponakanku “ kak, kak, kenapa ade menangis terus” aku sambil membuka gerbang rumah kakaku. Tanpa ada jawaban, aku terus masuk dam membuka pintu depan rumah kakakku. Aku bertanya lagi “ Kak kenapa ci ade kok nangis terus” kakaku tidak menjawab, sambil menggendong banyinya  dia terus memainkan handphonenya seolah-olah sedang mengetik sesuatu, melihat itu aku menjadi kesal, kakakku masih bermain handphone sedangkan anaknya tidak berhenti menangis, aku setengah berteriak “ Kakak, kenapa sih kok bisa-bisanya masih bermain handphone dikala anaknya menangis!” dengan marah aku rebut bayi dalam gendongan kakaku, sambal berusaha menenangkannya “ Cup, cup, cup ade cantik jangan menangis ya” ucapku. Kakaku baru menjawab pertanyaannku tadi, “ Alhamdulilah kamu datang  titip dulu ya” ucap kakakku, dengan masih memainkan jemarinya di handphonenya. “ kakak kenapa sih kok bisa-bisanya main handphone pagi-pagi” ujarku sedikit kesal. “ Ah kamu bisanya menggerutu saja, sudah titip dulu saja ” ujar kakaku. “ memang ada apa sih kak?”. Kak Restu tidak  menjawab, dia sekarang sibuk membuka laptop di meja kerjanya. “ Hadeuh sekarang malah buka laptop lagi, bukan urusin dulu bayinya” dalam hati ku berkata, sebenarnya ada apa sih pagi-pagi sudah sibuk saja, padahal waktu masih menunjukkan pukul 6.00 wib pagi. Handphone kak restu terus berbunyi, tingtong, tingtong,,tingtong. Berbunyi terus tiada henti, aku melihat kak restu membuka aplikasi w.a di laptopnya, dan dia seperti mengetik sesuatu. Aku makin penasaran dengan apa yang dilakukan Kak Restu pagi ini, Aku menidurkan bayinya dulu yang sudah terlelap di pangkuanku di kamar dengan perlahan.

            Saat aku keluar kamar, aku masih melihat kak Restu masih sibuk dengan handphonenya dan laptopnya, sekali lagi aku bertanya “ Kak sebenarnya ada apa sih? Kok pagi-pagi sudah bermain hanphone dan laptop, kacian kan ci ade “ kak Restu hanya menjawab singkat “PAT “

Aku berpikir keras PAT apa itu? Aku tak mengerti “ PAT itu apa sih ?, sampai-sampai tidak peduli sama  bayinya yang menangis, siapa sebenarnya PAT begitu pentingnya bagi kak Restu. “ Siapa PAT itu kak? Aku bertanya lagi, “ kok kamu bilang siapa sih, masa gak tau kamu sama PAT, kamu kan lulus FKIP, masa tidak mengenal PAT!”jawab kakaku, aku masih bingung perasaanku tidak ada mata kuliah PAT di jurusanku, atauuuuuuu dia nama Dosen baru ya, di kampusku, maklum kampusku dan kampus kak Restu sama hanya beda jurusan saja. Kak Restu memang selalu menyingkat nama-nama dosennya supaya mudah diingat, aku masih berguman, “yah yah yah pasti itu itu nama dosen laki-laki awalnya aja P, berarti kan “Pak” A dan T nya pasti nama aslinya, seganteng apa sih PAK AT ini”. Sampai kak Restu bela-belain buka handphone dan laptopnya pagi-pagi demi menjawab w.a nya. Aku masih penasaran “ kak seganteng siapa sih PAK AT ini, sampai kakak bela-belain jawab w.anya dari pagi buta” ujarku. Kak Restu terdiam sambal membelalakkan matanya dan tiba-tiba di mengacak-ngacak kerudungku sambal tertawa terbahak-bahak “ Ha ha ha ha ha haaaaaaaaaaaaaaa, aduh Wulan kamu Wulan kok masih polos ya, masa kamu gak tau PAT itu apa, kamu lulusan FKIP lagi, nih kak Restu kasih tau ya , PAT itu PENILAIAN AKHIR TAHUN,  bukan nama orang yang ganteng, haduh- haduh haduh kamu ada-ada saja” masih tertawa sambal memegang perutnya yang sakit, kak Restu berkata lagi, “ PAT itu dilakukan secara online untuk semester ini, kan masih pandemi  Covid19, karena Kak. Restu sebagai wali kelas, kakak harus mengawasi murid-murid kakak melaksanakan PAT online ini, dengan cara mendata siswa yang hadir mengikuti PAT ini, sampai mengirim soal-soal dari panitia, dan menampung kendala-kendala yang terjadi di pelaksanaan PAT Online ini”. Ujar kak Restu menjelaskan. Sambil tersenyum kecut aku membela, “ ya kak restu harus maklum dong, aku kan baru lulus kuliah, lagi pula dulu waktu aku sekolah Namanya bukan PAT tapi UAS jelas Ujian Akhir Semester” itulah pembelaanku. Kak restu tidak berhenti tertawa sambal memegang perutnya. Aku semakin jengkel, dan beranjak pergi meninggalkan kak Restu. “ Sudah-sudah maafkan kakak ya, mending disini saja bantu kakak jadi pengawas ya, katanya mau belajar jadi guru”. Ujar kak restu sambal memegangn tanganku mencegah aku pergi. Sebenarnya aku masih jengkel tapi gak apa-apalah sekalian aku belajar jadi guru sesungguhnya, Aku berguman “ Huh gara-gara Covid 19 dan PAT  pikiranku jadi kudet kata anak-anak jaman sekarang. Dengan cemberut aku memperhatikan kegiatan kak restu mengawas PAT Onlinenya.

            Tiba-tiba HP kak restu berbunyi lagi, ada anak yang chat ternyata tidak bisa masuk, dan tokennya salah terus, kak restu langsung bertanya ke grup satunya lagi, kayanya sih grup khusus guru-guru, dan memang ternyata di grup itu juga sudah ramai mempermasalahkan tidak bisa masuknya itu hampir semua kelas mempunyai masalah itu,dari pihak panitia menjawab sudah sesuai tokennya yang diberikan, ada lagi yang menjawab kemungkinan kesalahan pengetikan antara hurup ( O ) dan angka ( 0 ) terbalik, masih saja tidak masuk ternyata, tetapi tiba-tiba grup kelas Kak. Restu berbunyi ada salah satu siswa yang memberikan solusi ternyata kita harus klik Tulisannya bukan gambarnya, Kak Restu menshare hasil percakapan dari salah satu siswanya. alhamdulilah akhirnya PAT hari pertama dan jam pertama sukses.

            Aku tidak menyangka ternyata menjadi pengawas online itu gampang-gampang susah, karena tidak ada proses tatap muka. Sambil menunggu jam ke-2, Kak Restu sarapan terlebih dahulu, ternyata dia belum sarapan dan tidak meminum apapun  dari tadi pagi. Sambil memegang gelas berisi susu hangat dan sepiring nasi goreng Kak Restu berkata kepadaku, “ Wulan coba kamu buat daftar hadir jam ke 2 mapelnya sesuai jadwal ada ya di meja jadwalnya tuh “ kak restu meminta tolong pada ku. Aku mulai mengetik daftar hadir di grup kelas Kak Restu. Tingtong, tingtong, tingtong , ku melihat satu persatu murid kak. Restu  mengisi daftar hadir, waktu menunjukkan pukul  09.45 ternyata masih ada 2 orang lagi siswa Kak. Restu yang belum mengisi  daftar, “ Kak ini siswanya 2 orang lagi yah harusnya kan 34 “, ujarku, Kak Restu melihat daftar hadirnya “ oh iya 2 orang” kak. Restu mengecek siapa yang belum isi daftar hadir, lalu dia menelephone siswa tersebut alhamdulilah di jawab, dan beberapa menit kemudian langsung mengisi daftar hadir, akhirnya selesai juga PAT  hari ini. Aku melihat kak restu begitu Lelah hari ini, belum harus mengawas PAT, mengurus bayinya yang rewel mungkin tahu ibunya sedang sibuk dan mengabaikan dia, sehingga  mencari perhatian ibunya. Aku bilang ini baru hari pertama kak, tapi kok begitu Lelah yah, memangnya berapa hari PATnya, Kak Restu menjawab dengan tersenyum “ Dinikmati ajalah tinggal 5 hari kok “ dengan santainya. “ Hah 5 hari lagi berarti satu minggu ya?, Kak Restu harus sesibuk ini ?” ujarku, setengah berteriak.

            Hari ke-dua aku membantu kak. Restu mengawas online, hari ini aku datang setelah solat shubuh ke rumah kak Restu, sampai gerbang ku melihat suami kak Restu akan berangkat ke kantor, ya suami kak Restu kerjanya ke luar kota jadi harus harus berangkat pagi-pagi.

Kak Restu heran kenapa aku datang pagi-pagi sekali “ Tumbenan Wulan kamu datang pagi sekali? Mau numpang mandi ya “, ujar kak. Restu sambal mempersilakan aku masuk, aku tidak menjawab, mataku terus mencari gadis kecil mungil ponakannku yang cantik, akhirnya aku menemukan nya dia sedang bermain dengan mainanya sambal mengoyang-goyangkan kakinya dan mulutnya sibuk berceloteh entah apa yang dia omongkan. Aku segera menghampiri ponakakku itu, “ assalamualaikum cantik, selamat pagi “. Kak. Restu hanya tersenyum melihat tingkahku, lalu dia memberikan hpnya padaku  “ayo buat daftar hadir untuk hari ini ya, jam ke- 1 ya jangan lupa jadwalnya ada di meja tuh!” aku cemberut lagi bermain dengan ponakannku dingganggu aja, “ kenapa bukan kak. Restu aja yang buat kan kak restu walasnya!” ujarku “ emang kamu mau ganti popok ponakannya dia kan lagi Pup tuh “ jawab kak. Restu, sontak aku terbangun, menjauh, “pantesan ini bau apa gitu, kok kaya asem gitu” sambal menutup hidungku eh ternyata dia Pup. Kak.Restu hanya tersenyum “ ayo mau buat daftar hadir atau ganti popok nih?” “ buat daftar hadir!” ujarku sambal berlari ke luar kamar menuju meja kerja.

Waktu menunjukkan pukul 05.30 wib aku mulai mengetik daftar hadir siswa sesuai mapel pada hari itu. Tak lama Hp. Kak restu terus berbunyi, sambal menunggu pukul 7.00 wib, aku numpang mandi dan sarapan di rumah Kak  Restu. Tepat pukul 7.00 wib ternyata sudah ramai juga Bapak, Ibu guru berkomentar ternyata sudah dikirim link daftar hadir peserta untuk panitia, aku bertanya “ kak. Restu ini link daftar hadir digimanakan ? “ ujarku “ oh langsung kirim ke grup kelas kakak ya, pilih dahulu kelasnya. Kakak kelas 8.g. langsung aku mengirim link tersebut ke kelas kakaku. Tak lama token soalpun dikirim lengkap dengan waktunya, aku langsung mengirim lagi ke grup kelas kak. Restu. Mulailah mereka mengerjakan soal, alhamdulilah hari ke-2 ini tidak terlalu banyak kendala di awal ujian, tetapi tiba-tiba di grup guru, ada salah seorang walas mengrimkan foto anak didiknya sedang sarapan sambal  mengerjakan  ujiannya, melihat itu saya hanya geleng-geleng kepala, ya ampun kok bisa ya mengerjakan soal sambil sarapan, di suapin pula. Aku memperlihatkan fotonya, kak. Restu hanya tersenyum itulah suka duka mengawas online dan menjadi wali kelas, kita harus bisa menampung apapun keluh kesah anak didiknya. Aku salut sama Kak Restu, dia bisa membagi waktunya antara keluarga dan kerajaannya sebagai guru. Selesai jam ke- 1, aku langsung buat lagi daftar hadir jam ke-2, aku mulai menikmati mengawas online ini, ternyata menyenagkan juga ya, banyak sekali, suka dukanya. Aku sudah mahir sekarang tanpa dikomando kak. Restu jika ada kiriman link langsung aku share ke grup kelas.

Hari demi hari waktu demi waktu aku membantu kak restu mengawas online ternyata ada beberapa   kendala yang muncul di hari ke- 3 dan selanjutnya, ada beberapa siswa yang ternyata harus ditelepon ortunya dan dichat oleh kak restu karena telat mengisi daftar hadir.  Ada juga siswa yang ternyata mengerjakan soal dua kali, dengan nama yang berbeda, sehingga ada nama asing terdapat di kelas itu kata salah seorang walas “Siswa Gaib”, ada juga yang ternyata mencari sinyal sampai dapatnya di depan jendela, selain itu ada  juga yang salah mengklik kelas dan salah klik mata pelajaran, yang paling membuat saya tertawa adalah ada salah satu murid yang menulis tambahan Namanya, padahal di daftar hadir sehari-hari tidak ada tambahan nama tersebut, ketika di chat oleh walasnya, dengan santainya dia menjawab “ Oh ya bu lupa kirain saya pake nama  tambahan itu “ walasnya hanya bisa geleng-geleng kepala, dan chatnya itu di kirim ke grup guru, tentu saja walas yang lain ikut tertawa  dan berkomentar di grup, Hal ini bisa terjadi kemungkinan dikarenakan mereka yang biasa bangun siang karena berada di rumah, sekarang PAT harus bangun pagi, dan mengerjakan soal juga, tentu tidak jarang mereka belum mandi sudah menggunakan baju seragam, masih ngantuk juga langsung dihadapkan dengan soal, tentu tidak mudah bagi mereka. Di hari terakhir PAT ternyata ada siswa kak. Restu    yang masuk UGD karena demam tinggi, kak restu cemas, dan segera menelephone anak tersebut, tapi ternyata tidak apa-apa dan bisa mengikuti, PAT jam ke-2nya untuk jam pertama susulan siangnya.

Begitu banyak kendala yang terjadi selama PAT Online ini, tapi aku lihat Kak Restu menikmatinya.

            Akhirnya aku bisa mengambil pembelajaran saat membantu Kak Restu mengawas Online, meskipun aku sudah lulus perguruan tinggi dengan predikat sangat memuaskan, ternyata itu tidak cukup, aku harus belajar lagi dilapangan, ternyata menjadi seorang guru itu sangatlah sulit, apalagi dengan adanya pandemi covid 19 diharuskan belajar dan berkerja  dari rumah atau Bahasa kerennya WFH atau SFH. Tentu tidak mudah mengajar dari rumah guru harus bisa menguasai TIK dan bisa mengatasi masalah-masalah yang timbul di jaringan ataupun masalah-masalah dari anak didiknya, Aku juga salut sama guru-guru yang mengajar dari rumah tentunya mereka harus berbagi dengan keluarganya  serta anak-anak didiknya di sekolah, demi mencapai sesuatu yang maksimal.

Aku berjanji akan lebih giat lagi belajar, supaya aku bisa menjadi guru yang bisa di sukai anak – anak muridku dan  bisa menjadi guru yang bisa dibanggakan. Aku lebih semangat lagi menulis surat lamaran-lamaran pekerjaan  ke sekolah-sekolah yang membutuhkan tenagaku. Bagiku PANDEMI COVID 19 tidak akan menjadi halangan bagiku, tetapi malah menjadi cambuk untukku, untuk lebih belajar, belajar, belajar  lagi.

 

                            By. Widuri Restu Wulandhani, S.Pd ( Pengajar Bahasa Indonesia SMPN 3 Cibadak )

Unidha SMP Negeri 3 Cibadak adalah salah satu sekolah negeri yang ada di kecamatan Cibadak yang berdiri sejak tahun 1999 yang asalnya merupakan sekolah kelas jauh dari SMPN 1 Cibadak. Lokasi dan gedungnya merupkan hibah dari STM Pertanian (SMKN 1 Cibadak)
Copyright © 2016 - 2021 © SMPN 3 Cibadak Citaidola. All Rights Reserved. Alamat : Jl. Raya Karang Tengah No. 691 Kec. Cibadak, Alamat Email: info@smpn3cbd-citaidola.sch.id , Nomor Telp (0266) 531115; 531536 Nomor Fax :(0266) 531536 Nomor HP Sekolah : 085721571761. Follow SMPN 3 Cita Idola : Facebook Twitter Linked Youtube