header-int

CATATAN SEORANG GURU DITENGAH PANDEMI COVID-19

Kamis, 21 Mei 2020, 06:14:33 WIB - 397 View
Share
CATATAN SEORANG GURU DITENGAH PANDEMI COVID-19

Cibadak, 21 Mei 2020. “Dan sungguh akan Kami beri ujian kepadamu dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar”.

(QS. Al Baqarah ; 155)

Pandemi COVID-19 , juga dikenal sebagai pandemi corona virus, adalah pandemi penyakit yang sedang berlangsung tahun 2019 (COVID-19), yang disebabkan oleh sindrom pernafasan akut corona virus 2 (SARS-CoV-2). Wabah ini pertama kali diidentifikasi di Wuhan , Cina, pada Desember 2019. Organisasi Kesehatan Dunia menyatakan wabah itu sebagai Kesehatan Masyarakat Darurat dari Kepedulian Internasional pada 30 Januari, dan pandemi pada 11 Maret. Pada 19 Mei 2020, lebih dari 4,89 juta kasus COVID-19 telah dilaporkan di lebih dari 188 negara dan wilayah , yang mengakibatkan lebih dari 322.000 kematian . Lebih dari 1,68 juta orang telah pulih dari virus.

Virus ini terutama menyebar diantara orang-orang selama kontak dekat, paling sering melalui tetesan kecil yang dihasilkan oleh batuk, bersin, dan berbicara. Tetesan itu biasanya jatuh ke tanah atau ke permukaan, bukannya melayang di udara dalam jarak yang jauh. Lebih jarang, orang dapat terinfeksi dengan menyentuh permukaan yang terkontaminasi dan kemudian menyentuh wajah mereka. Ini paling menular selama tiga hari pertama setelah timbulnya gejala, meskipun penyebaran mungkin terjadi sebelum gejala muncul, dan dari orang yang tidak menunjukkan gejala.

Gejala umum termasuk demam, batuk, kelelahan , sesak napas , dan kehilangan bau. Komplikasi mungkin termasuk pneumonia dan sindrom gangguan pernapasan akut. Waktu dari paparan hingga timbulnya gejala biasanya sekitar lima hari tetapi dapat berkisar dari dua hingga empat belas hari. Tidak ada vaksin yang diketahui atau pengobatan anti virus khusus. Pengobatan primer adalah terapi simtomatik dan suportif .

 (https://en.wikipedia.org/wiki/COVID-19_pandemic)

Virus adalah organisme mikroskopik (super kecil) yang tersebar di berbagai penjuru dunia dan cenderung bersifat parasit. Hampir semua ekosistem di dunia mengandung virus dan dianggap sebagai organisme yang paling banyak di planet bumi.

Virus dapat menginfeksi makhluk hidup mulai dari manusia, hewan, tumbuhan, jamur, bahkan bakteri. Infeksi virus tersebut banyak menimbulkan akibat yang fatal bagi makhluk yang diinfeksinya. Virus juga tidak bisa bereplikasi (memperbanyak diri) tanpa menumpangi organisme lain. Maka virus diklasifikasikan sebagai organisme yang bersifat parasit atau merugikan.

MasyaaAllah, Allah SWT dapat memperlihatkan kebesaranNYA hanya dengan sesuatu yang sangat kecil.

“Tidak ada sesuatu musibahpun yang menimpa (seseorang) kecuali dengan izin Allah; barangsiapa yang beriman kepada Allah, niscaya Dia akan memberi petunjuk ke (dalam) hatinya” (QS. At-Taghabun :11)

Pemerintah Indonesia sangat sigap menghadapi pandemi covid19 ini, berbagi kebijakan dilakukan untuk mengantisipasi penyebaran virus ini dan berbagai cara dilakukan agar dapat segera memutus rantai covid 19, diantaranya masyarakat dianjurkan untuk melakukan social distancing dan physical distancing.

Ini sangat berdampak pada pelaksanaan kegiatan belajar mengajar di sekolah, hingga keluar surat Edaran Menteri Pendidikan Nasional Nomor 3 Tahun 2020 dan ditandatangani oleh Nadiem Makarim, salah satunya menegaskan untuk memutus rantai covid19 hendaklah dilakukan physical distancing, maka pemerintah  menghentikan semua aktifitas di sekolah, guru dan peserta didik diwajibkan  melakukan proses pembelajaran secara daring dan dilakukan dari rumah sesuai jadwal pelajaran yang disesuaikan oleh wakasek kurikulum, dan tugas guru melakukan kegiatan belajar mengajar secara daring.

Di awal pelaksanaan belajar di rumah, banyak peserta didik dan orangtua yang mengeluh. Mereka merasa terbebani dengan tugas dari guru yang begitu banyak setiap harinya, sementara guru punya kewajiban untuk melaksanakan tugasnya membimbing mereka belajar di rumah agar lebih terarah dan disiplin belajar, dan orangtua yang biasanya menyerahkan sepenuhnya urusan sekolah kepada guru, kini punya kewajiban untuk mendampingi putra-putrinya belajar di rumah.

Bukan hanya peserta didik yang merasa terbebani dengan tugas dari guru semua mata pelajaran, guru pun melakukan bimbingan dari rumah dengan mengabaikan jam kerja, hingga jam kerja kami tidak terbatas. Kapanpun peserta didik membutuhkan konsultasi belajar kami harus siap melayani secara daring, efeknya penggunaan internet guru meningkat dan banyak mengorbankan waktu mereka di rumah agar bisa selalu di posisi online. Namun kami melakukan bimbingan dan mengajar dari rumah, tentu saja kami tidak dapat memantau langsung apa yang mereka lakukan di rumah, maka peran serta orangta pun sangat diperlukan untuk mendampingi mereka belajar di rumah.  Peserta didik memiliki tugas yang harus dikerjakan, guru pun memiliki kewajiban membimbing mereka agar belajar di rumah lebih terarah dan berkewajiban membuat laporan kegiatan belajar di rumah beserta bukti fisiknya, kepala sekolah dan staf memiliki kewajiban untuk memfasilitasi guru mata pelajaran agar dapat memberikan pelayanan yang baik bagi peserta didik. Semua bersinergi untuk mencapai tujuan pendidikan walaupun harus berada di rumah karena pandemi covid19.

SMPN 3 Cibadak melakukan latihan ujian dan ujian sekolah bagi kelas 9 secara daring dengan menggunakan aplikasi google form, hingga target kurikulum dapat tercapai dan tercapainya syarat kelulusan. Ada beberapa kendala yang kami hadapi, terutama sarana gadget dan internet di rumah yang harus mendukung, namun sejauh ini hanya sekitar 2% peserta didik yang memiliki kendala dan dapat diatasi dengan kebijakan yang diberikan oleh guru dan fihak sekolah. Karena berbagai hambatan itu, maka kehadiran peserta didik secara daring dan tugas yang masuk terkadang tidak dapat diikuti secara 100% peserta didik dalam satu kelas, dari absensi belajar di rumah yang harus diisi di google classroom ataupun grup WA kelas. Peran wali kelas juga sangat mendukung pelaksanaan belajar di rumah, wali kelas harus bekerja sama dengan orangtua untuk memotivasi dan memantau aktifitas peserta didik di rumah.

Dari Covid 19 kami banyak belajar,  bagaimana menjaga kesehatan, bagaimana menghargai oranglain, bertanggungjawab terhadap diri sendiri dan lingkungan, bagaimana harus bertahan dengan segala kondisi yang dihadapi dan mencari solusi. Agar pelaksanaan belajar di rumah dapat berjalan dengan baik, guru dituntut untuk kreatif dan inovatif,  mengikuti kemajuan ICT dan mampu memanfaatkan computer, hp, internet dan aplikasi pembelajaran yang mendukung, selalu memotivasi siswa untuk tetap belajar di rumah dan memotivasi mereka untuk hidup sehat hingga dapat mengantisipasi terjangkitnya covid19 dengan mengikuti aturan pemerintah untuk tetap berada di rumah.

Pelaksanaan belajar di rumah sudah berjalan hampir 3 bulan, dimulai dari tanggal 16 Maret 2020 hingga  akhir tahun pelajaran ini, kami masih menunggu keputusan pemerintah apakah setelah akhir tahun pelajaran nanti, pelaksanaan belajar di rumah masih harus dilakukan atau tidak.   Sejauh ini, proses belajar mengajar di rumah sudah mulai terbiasa, karena kami tak bisa apa-apa selain mengikuti aturan pemerintah, dan hanya bisa berdoa agar covid19 segera berlalu dan kami dapat melaksanakan aktifitas belajar di sekolah seperti biasa. Bagaimanapun guru dan peserta didik membutuhkan komunikasi dua arah secara langsung, bukan hanya sekedar menggugurkan tugas saja, tugas guru bukan hanya mengajar, tapi mendidik, membimbing sikap, karakter dan akhlak peserta didik dengan sentuhan langsung secara psikologis,  sekolah adalah tempat terbaik bagi mereka belajar, membentuk karakter dan bersosialisasi.

Kesan dan Pesan Peserta didik

Nama ; Seni Martina Kelas 9A

Kesan : Kesan saya belajar di rumah cukup menyenangkan, tapi lebih menyenangkan belajar di sekolah.

Karena di pandemi ini dilarang melakukan kegiatan di luar rumah, maka pelaksanaan latihan ujian, ujian sekolah, pesantren kilat dilakukan secara online.

Belajar di rumah memunculkan rasa terbebani dengan tugas-tugas, kurang efektif dan merasa bosan karena tidak ada sosialisasi dengan teman dan guru secara langsung.

Pesan : Semoga pandemi ini cepat berlalu, sehingga kita dapat belajar secara efektif di sekolah dan beraktifitas seperti biasa. Namun karena kondisi sedang tidak menentu di masa pandemic ini, apapun keputusan yang diambil oleh pemerintah agar tidak mengganggu proses belajar harus dilaksanakan demi kebaikan bersama.

Semoga pandemi covid19 segera berakhir, semuanya ikuti aturan pemerintah, jangan panik dan tetap di rumah.

"Anda terpilih menjadi bagian generasi yang sedang diuji dan semua menjadi pilihan apakah Anda ingin menjadi generasi yang lebih matang, lebih cerdas, lebih peduli, lebih memiliki kecerdasan emosi, dan solidaritas sosial, atau tidak," (Sri Mulyani)
 

 

By: Yani Suryani, M.Pd (Guru IPA SMPN 3 Cibadak)

Unidha SMP Negeri 3 Cibadak adalah salah satu sekolah negeri yang ada di kecamatan Cibadak yang berdiri sejak tahun 1999 yang asalnya merupakan sekolah kelas jauh dari SMPN 1 Cibadak. Lokasi dan gedungnya merupkan hibah dari STM Pertanian (SMKN 1 Cibadak)
Copyright © 2016 - 2020 © SMPN 3 Cibadak Citaidola. All Rights Reserved. Alamat : Jl. Raya Karang Tengah No. 691 Kec. Cibadak, Alamat Email: info@smpn3cbd-citaidola.sch.id , Nomor Telp (0266) 531115; 531536 Nomor Fax :(0266) 531536 Nomor HP Sekolah : 085721571761. Follow SMPN 3 Cita Idola : Facebook Twitter Linked Youtube